Hasilpenelitian LSI 2019 cukup memberikan sedikit angin segar karena jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, nasionalisme masyarakat mengalami kenaikan. Sebesar 66,4 persen warga yang masih mengidentifikasi diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia, 19,1 persen warga mengidentifikasi diri sebagai kelompok penganut agama tertentu, dan
Demokrasiberasal dari kata demos atau rakyat dan kratos yang berarti kekuatan. Jadi demokratis artinya kekuatan rakyat. Demokrasi berarti dimana satu pemerintahan rakyatlah yang mempunyai peran untuk menentukan. Sedangkan pendidikan demokrasi merupakan pengembangan keterampilan intelektual, keterampilan pribadi dan sosial. Melalui pendidikan demokrasi ini peserta didik akan belajar untuk
perludikemukakkan pengertian istilah budaya, karakter bangsa, dan pendidikan.Tujuan Pendidikan Pendidikan Karakter Bangsa diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Mengembangkan potensi afektif peserta didik sebagai manusia dan Warga Negara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa 2. Mengembangkan Kebiasaan dan perilaku
JelaskanPengertian Budaya Demokrasi? Posted by tati on Sunday, April 6, 2014 Labels: PKn. Pengertian Budaya Demokrasi. Dalam politik, demokrasi diartikan sebagai kekuasaan yang berasal dari rakyat. Lebih rinci lagi, demokrasi dapat diartikan sebagai bentuk pemerintahan rakyat atau rakyatlah yang berkuasa sekaligus diperintah. Ini berarti
KementerianPendidikan dan Kebudayaan. by Sunti Winarni. Download Free PDF Download PDF Download Free PDF View PDF. Kelas XII PPKN Buku Guru _Pancasila_dan_Kewarganegaraan_Guru.pdf. by Nove Asana. Download Free PDF Download PDF Download Free PDF View PDF. Silabus PPKn_SMA_20012017.pdf. by FORUM GURU MATA PELAJARAN PPKN. Download Free PDF
Budayademokrasi dapat menghindari tindak sewenang-wenang terhadap warganegara karena Negara demokrasi mengakui supremasi hukum. Negara dengan praktik pemerintahan yang dipilih oleh rakyat. Dulu, tidak sedikit penguasa yang cenderung bertindak otoriter, diktator, membatasi partisipasi masyarakat atau rakyat dan lain-lain karena para pengusaha
Anakjuga dapat menerapkan teori yang telah dipelajari di sekolah. Adapun contoh pelaksanaan budaya demokrasi di lingkungan sekolah adalah sebagai berikut: Pemilihan organisasi sekolah dan kelas dengan musyawarah. Pembagian tugas piket yang merata. Interaksi dan komunikasi yang lancar antara guru, siswa, dan orang di lingkungan sekolah.
manfaatpendidikan. 20 manfaat belajar filsafat bagi kehidupan. manfaat mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi. Budaya politik suatu daerah tentu akan berbeda dengan budaya politik di daerah lain. Faktor seperti latar belakang pendidikan dan tingkat kesejahteraan sangat berpengaruh terhadap budaya politik yang terbentuk dalam masyarakat.
JelaskanSoko Guru Demokrasi Universal, Kunci Jawaban Uji Kompetensi BAB 2 Halaman 75 Kelas 11 SMA PPKN. menu. Kemendikbud RI edisi revisi 2017 ini digunakan untuk siswa dalam proses belajar. Perlu diingat ya adik adik bahwa jawaban dibawah ini hanya sebagai tambahan referensi dalam belajar saja. demokrasi adalah istilah politik yang
1 PENGERTIAN BUDAYA DEMOKRASI. Demokrasi berasal dari bahasa Yunani dari kata "demos" yang berarti rakyat dan "kratos" yang berarti kekuasaan atau berkuasa. Menurut Gabriel A Almond, budaya demokrasi adalah budaya campuran antara kebebasn/partisipasidi satu pihak dan norma-norma perilaku di puhak lain.
dzXs6B.
“Budaya Demokrasi Pendidikan di Lingkungan Sekolah” Demokratisasi artinya proses menuju demokrasi. Demokratisasi pendidikan mengandung arti, proses menuju demokrasi di bidang pendidikan. Disamping unsur kebebasan dalam berinteraksi, demokratisasi pendidikan juga mensyaraktkan komunikasi yang dialogis dengan dua aspek yang inhern, yaitu 1. Komunikasi berlagsung ke segala arah, dan bukan hanya bersifat satu arah yaitu dari pendidik ke peserta didik top down 2. Arus komunikasi berlangsung secara seimbang, yakni antara pendidik dan peserta didik dan juga antar peserta didik. Sehingga pada akhirnya, model komunikasi berlangsung secara 3 arah pendidik – peserta didik-antar peserta didik, maka sumber belajar bukan hanya terletak pada pendidik melainkan juga peserta didik dan pengajaran tidak melulu bersifat top- down, namun perlu diimbangi dengan bottom-up. Adapun inti dari demokrasi adalah kebebasan, persamaan hak, keadilan musyawarah dan tanggung jawab. Demokratisasi pendidikan merupakan proses pembelajaran seluruh civitas akademika untuk memajukan pendidikan. Kalau dalam politik ada rakyat, maka dalam pendidikan ada peserta didik. Pendidikan yang demokratis berarti melibatkan murid secara aktif dalam seluruh proses pendidikannya student- centersed-student active learning. Bukan sebaliknya, berpola top down, yakni berpusat pada guru teacher centered sehingga murid berperan sebagai objek didik, atau sebagaimana dikatakan oleh paulo freire dengan istilah banking syistem education atau pendidik gaya bank dimana murid didibaratkan sebagai celengan yang bersifat koin. Adapun bentuk – bentuk demokrasi pendidikan adalah 1. kebebasan bagi pendidik dan peserta didik yang maksudnya kebebasannya meliputi kebebasan berkarya, mengembangkan potensi dan berpendapat 2. persamaan peserta didik dalam pendidikan dimana peserta didik yang masuk di Lembaga pendidikan tidak ada perbedaan derajat atau martabat, karena penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan dari pendidik 3. penghormatan akan martabat individu dalam pendidikan, misalnya pendidik dalam memberikan hukuman kepada peserta didik harus yang bersifat mendidik karena dengan cara demikian akan tercipta situasi dan kondisi yang demokratis dalam proses belajar mengajar Pendidikan yang demokratis menerapkan sistem andragogi. Sistem ini menuntut keaktifan siswa untuk berbuat learning by doing. Di sini murid diberi umpan dan kail, kemudian dibimbing untuk mencari ikan sendiri. Jadi bukan langsung diberi ikan tanpa proses pemancingan. Proses pendidikan yang menekankan pentingnya nilai-nilai kebebasan dan demokrasi inilah yang menjadikan pendidikan bernuansa humanis. Perlakuannya menggunakan pendekatan humanistik. Kebebasan menimbulkan kreativitas. Kreativitas merupakan proses mental dan kemampuan tertentu untuk “mencipta”. Kreativitas adalah proses pemikiran terhadap sesuatu masalah yang darinya dapat dihasilkan gagasan baru yang sebelumnya tak terpikirkan. Kreativitas juga berarti sebagai proses interaktif antara individu dengan lingkungannya. Seseorang yang kreatif dapat terlihat dari kemampuannya mengatasi masalah problem sensitivity, mampu menciptakan ide alternatif untuk memecahkan masalah idea fluency, mampu memindahkan ide dari satu pola pikir ke pola pikir yang lain idea flexibility. Orang yang kreatif pun dapat dilihat dari kemampuannya untuk menciptakan ide yang asli idea originality. Seluruh kemampuan pengembangan ide dan sensitivitas terhadap persoalan yang merupakan ciri kreatif tersebut tak dapat terbentuk bilamana dalam diri seseorang terjadi tekanan dan pembatasan atas kebebasannya. Dalam rangka mengoptimalkan perilaku budaya demokrasi maka sebagai generasi penerus yang akan mempertahankan negara demokrasi, perlu mendemonstrasikan bagaimana peran serta kita dalam pelaksanaan pesta demokrasi. Prinsip-prinsip yang patut kita demonstrasikan dalam kehidupan berdemokrasi, antara lain sebagai berikut a. Membiasakan untuk berbuat sesuai dengan aturan main atau hukum yang berlaku. b. Membiasakan bertindak secara demokratis bukan otokrasi atau tirani. c. Membiasakan untuk menyelesaikan persoalan dengan musyawarah. d. Membiasakan mengadakan perubahan secara damai tidak dengan kekerasan atau anarkis. e. Membiasakan untuk memilih pemimpin melalui cara-cara yang demokratis. f. Selalu menggunakan akal sehat dan hati nurani luhur dalam musyawarah g. Selalu mempertanggungjawabkan hasil keputusan musyawarah baik kepada Tuhan, masyarakat, bangsa, dan negara h. Menggunaka kebebasan dengan penuh tanggung jawab. i. Membiasakan memberikan kritik yang bersifat membangun. Sekolah merupakan tonggak dasar penanaman budaya demokrasi bagi generasi penerus bangsa, karena di sinilah mereka bertemu dengan berbagai macam pikiran-pikiran, watak, karakter, budaya, dan agama. Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki peran utama dalam menumbuhkan budaya demokrasi di kalangan pelajar. Oleh karena itu, sekolah harus menampilkan budaya demokratis dalam pengelolaan pendidikannya. Sekolah juga menjadi tempat anak mengenal, mengetahui, dan melaksanakan perilaku demokratis. Teori mengenai demokrasi diajarkan di sekolah. Anak juga dapat menerapkan teori yang telah dipelajari di sekolah Adapun contoh pelaksanaan budaya demokrasi di lingkungan sekolah adalah sebagai berikut Pemilihan organisasi sekolah dan kelas dengan musyawarah Pembagian tugas piket yang merata Interaksi dan komunikasi yang lancar antara guru, siswa, dan orang di lingkungan sekolah Pelaksanaan upacara dengan bergantian Menghadiri acara yang diadakan sekolah Ikut berpartispasi dalam OSIS Ikut serta dalam kegiatan politik di sekolah seperti pemilihan ketua OSIS, ketua kelas, maupun kegiatan yang lain yang relevan. Memberikan usul, saran, dan pesan kepada pihak sekolah Menulis artikel, pendapat, opini di majalah dinding. Hadir disekolah tepat waktu Membayar SPP atau iuran wajib sekolah Menggunakan waktu istirahat untuk kegiatan yang positif Menghindari perkataan yang menyakitkan hati guru atau teman Tidak membuat gaduh ketika pelajaran berlangsung Dalam Pelaksanaan budaya demokrasi yang umumnya diterapkan di sekolah adalah melalui wadah Organisasi OSIS, pemilihan kepengurusan OSIS. Dimana OSIS adalah suatu wadah organisasi yang diperuntukkan untuk siswa. Dimana hal tersebut merupakan salah satu bentuk dari pembelajaran nyata dalam berpolitik secara demokratis pada tataran sekolah. Pelaksanaan pemilihan kepengurusan OSIS sudah menerapkan budaya demokrasi dengan baik. Hal ini terlihat dari pelaksanaan pemilihan yang berasaskan luber dan jurdil serta pelaksanaan yang mencerminkan kultur/ budaya demokrasi. Disamping itu dalam sistem pemilihan kepengurusan OSIS adalah adanya keleluasaan untuk mengemukakan pendapat pada saat musyawarah. Adapun juga dalam setiap kegiatan OSIS pasti akan terjalin kerjasama yang baik antar siswa dengan siswa dan antara siswa dengan sekolah, terjalinnya interaksi antara siswa dengan guru seperti ketika tahun ajaran baru, dimana setiap sekolah – sekolah mengadakan kegiatan masa orientasi siswa MOS dan yang mengurusi selama kegiatan tersebut berlangsung biasanya adalah anak – anak OSIS, disamping itu juga dalam OSIS ada berbagai seksi-seksi seperti seksi PHBI dan sebagaianya yang mana setiap seksi-seksi menjalankan kegiatannya masing-masing yang berbeda antara satu seksi dengan seksi lainya. Dalam membahas setiap kegiatan itu anggota OSIS akan berunding dengan pihak guru sehingga akan ada interaksi langsung antara siswa dan guru. Dalam kegiatan organisasi, setiap pengambilan keputusan pun hendaknya dilakukan dengan menerapkan budaya demokratis. Permusyawaratan hendaknya dijalankan dengan tertib, teratur, dan menampung semua aspirasi peserta musyawarah. Di dalam musyawarah, hendakya diutamakan upaya mencapai kesepakatan, agar dapat diterima oleh semua pihak. Pengendalian diri juga menjadi unsur penting dari budaya demokrasi. Karena itu, sama halnya dengan demokrasi, sikap mengendalikan diri diri juga harus menjadi jalan hidup, atau prinsip yang menjiwai tindakan kita dalam segala bidang kehidupan. Sikap mengendalikan diri juga dapat dipelajari, dibiasakan dan perlu untuk kita kembangkan. Kita perlu belajar secara sungguh-sungguh dan berupaya keras membiasakan diri agar selalu bersikap dan berperilaku terkendali. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwasanya Sekolah merupakan tonggak dasar penanaman budaya demokrasi bagi generasi penerus bangsa, karena di sinilah mereka bertemu dengan berbagai macam pikiran-pikiran, watak, karakter, budaya, dan agama. Melalui OSIS yang merupakan wadah organisasi yang diperuntukkan untuk siswa dan dalam kegiatan OSIS sendiri itu sudah bisa mencerminkan kultur budaya demokrasi khususnya dalam ruang lingkup sekolah.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Nama Tika WidiyastutiNPM 2010103047Kelas K1 ManajemenTugas Pendidikan KewarganegaraanMembuat Opini"Pentingnya Pendidikan Demokrasi Di Kalangan Mahasiswa "Pendidikan demokrasi sangat penting bagi seluruh masyarakat Indonesia terutama bagi kalangan mahasiswa. Bagaimana tidak, dengan adanya demokrasi akan mendukung mahasiswa dalam bersikap dan berperilaku baik di lingkungan keluarga, kampus, maupun masyarakat. Dalam hal ini mahasiswa berperan penting dalam menjaga keutuhan NKRI dengan mampu menjalankan demokrasi yang benar. Dengan adanya pendidikan kewarganegaraan di lingkungan kampus akan mendorong mahasiswa untuk bersikap kritis terhadap demokrasi yang ada di Indonesia. Dengan adanya pendidikan demokrasi ini, mahasiswa akan diberikan pembelajaran mengenai bagaimana demokrasi di Indonesia, maka nantinya diharapkan mahasiswa akan mampu mengembangkan kemampuan yang dimilikinya untuk melaksanakan demokrasi yang baik sehingga mahasiswa dapat menjadi warga negara yang demokratis. Pendidikan demokrasi yang baik perlu mengembangkan keterampilan mahasiswa baik itu keterampilan individu, intelektual, maupun sosial. Dalam hal ini pendidikan demokrasi di kalangan mahasiswa dilaksanakan dengan membimbing mahasiswa agar dapat bersikap dewasa agar nantinya dapat mengamalkan nilai-nilai demokrasi dengan benar. Demokrasi sangat penting mengingat akhir-akhir ini marak kasus yang melibatkan mahasiswa di dalamnya. Perlu adanya pendidikan demokrasi yang lebih menekankan lagi terhadap perilaku mahasiswa. Dengan pendidikan demokrasi yang baik dan benar diharapkan akan membentuk jiwa mahasiswa yang demokratis yang akan berdampak baik terhadap kehidupan mahasiswa baik di masa sekarang maupun di masa saja di dalam kehidupan kampus mahasiswa akan taat dan patuh terhadap tata tertib di kampus. Karena dengan pendidikan demokrasi yang sudah diberikan, mahasiswa akan saling menghormati baik antar mahasiswa maupun dosen. Mahasiswa akan menghargai terhadap pendapat masing-masing karena mereka paham bahwa mereka perlu bersikap demokratis dengan menghargai pendapat lain seperti dalam berdiskusi saat mendapatkan tugas berkelompok, mahasiswa akan berdiskusi dan mencari jawaban yang paling benar berdasarkan pendapat masing-masing anggota kelompok tanpa adanya rasa memaksakan pendapat individu. Dalam berdiskusi kelompok yang dilakukan oleh mahasiswa saat mereka mendapatkan tugas kelompik. Mahasiswa akan mendiskusikan permasalahan yang mereka bahas dan mencari solusi serta jawaban yang paling proses diskusi tersebut tentunya mereka memiliki hak yang sama dalam mengungkapkan pandangan dan pendapat mereka tentang persoalan yang dibahas. Dari situ mereka akan mencari jawaban terbaik tanpa memaksakan pendapat masing-masing karena tujuan diskusi ini adalah untuk menyelesaikan masalah bersama. Dari situ mereka dapat belajar bagaimana cara melakukan demokrasi secara baik dengan mementingkan kepentingan bersama diatan kepentingan pribadi. Maka dari itu sangatlah penting adanya pendidikan demokrasi di kalangan mahasiswa, karena dengan adanya pendidikan ini bisa membentuk karakter dan kepribadian para mahasiswa agar menjadi pribadi yang demokratis dan memiliki rasa toleransi yang tinggi. Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya