Ihya' Ulumuddin disusun setelah Al Ghazali berkecimpung dalam ilmu fiqh, teologi, filsafat, mantiq, retorika dan lain-lain, tetapi bagi Al Ghazali semuanya itu tidak memberikan kepuasan batin. Ihya' 'Ulumuddin ditulis oleh al-Ghazali sekitar tahun 500 H (1100 M). Kitab ini menjelaskan tentang kaidah dan prinsip penyucian jiwa, sifat takwa, zuhud, cinta, menjaga hati, dan ikhlas dalam beragama. Ihya' Ulumuddin merupakan karya monumental Imam al-Ghazali (450-505 H), ulama sufi terkemuka. Kitab ini sering dijadikan rujukan utama dalam kajian Islam, khususnya dalam bidang tasawuf. Selain bahasa yang digunakan terbilang sederhana dan mudah dipahami, Imam al-Ghazali menyusun kitab Ihya' Ulumuddin dengan urutan pembahasan yang sistematis. Ihya Ulumuddin atau Al-Ihya merupakan kitab yang membahas tentang kaidah dan prinsip dalam menyucikan jiwa (Tazkiyatun Nafs) yang membahas perihal penyakit hati, pengobatannya, dan mendidik hati. Kitab ini merupakan karya yang paling terkenal dari Imam Al-Ghazali. Kitab Ihya Ulumuddin ( احياء علوم الدين ) memiliki tema utama tentang kaidah dan prinsip dalam penyucian jiwa yakni menyeru kepada kebersihan jiwa dalam beragama, sifat takwa, konsep zuhud, rasa cinta yang hakiki, merawat hati serta jiwa dan sentiasa menanamkan sifat ikhlas di dalam beragama. ygqq.